Kepemimpinan Persuasif Berbasis Adab Islam dalam Mitigasi Perundungan di MA Darul Huda
DOI:
https://doi.org/10.71301/jp3m.v3i2.262Keywords:
kepemimpinan persuasif, adab Islam, mitigasi bullying, madrasah berbasis pesantren, pendekatan restoratifAbstract
Bullying di lingkungan pendidikan Islam berbasis pesantren masih menjadi persoalan nyata, dengan Jawa Timur mencatat kasus perundungan tertinggi secara nasional pada 2024 dan ratusan kasus tercatat di madrasah maupun pesantren. Di MA Darul Huda Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, penanganan bullying sebelumnya bertumpu pada kepemimpinan persuasif dan nilai adab Islam yang dipraktikkan secara individual oleh kepala madrasah, belum menjadi kompetensi bersama seluruh warga madrasah. Kegiatan pengabdian ini menyistematisasi praktik tersebut lewat pelatihan kepemimpinan persuasif, pendampingan penyusunan panduan pembinaan karakter berbasis adab Islam, dan pembentukan mekanisme penanganan bullying berbasis pendekatan restoratif yang melibatkan guru bimbingan konseling, guru pendidikan agama Islam, wali asrama, dan pengurus pesantren. Metode pelaksanaan mencakup asesmen awal, pelatihan bertahap, pendampingan, dan evaluasi pascakegiatan, dengan ketercapaian diukur lewat kuesioner pretest-posttest serta wawancara dan observasi lapangan. Skor pemahaman dan efikasi diri peserta meningkat, penanganan kasus bergeser dari jalur hukuman ke mediasi restoratif, dan pendekatan ini terbukti sesuai dengan nilai serta kebiasaan yang sudah dianut warga madrasah. Keberlanjutannya tetap bergantung pada penguatan berkala setelah pendampingan selesai. Model ini berpotensi direplikasi ke madrasah berbasis pesantren lain yang menghadapi persoalan serupa, sekaligus menjadi rujukan kebijakan pencegahan bullying berbasis nilai keislaman di tingkat kabupaten.








